Aviation Story

Bandara Illaga Prioritaskan Pembangunan Terminal dan Runway

TRAVIAMGZ.com, PAPUA – Kecemasan yang dirasakan masyarakat Kabupaten Pucak, Papua, saat take off maupun landing menggunakan pesawat di Bandara Ilaga akan segera sirna. Harapan masyarakat untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman saat berpergian menggunakan pesawat, sejalan dengan pengembangan bandara berupa perpanjangan runway dan pembangunan terminal penumpang.

“Saat ini, sedang melakukan pengerjaan perpanjangan runway dan terminal. Prosesnya dilakukan secara bertahap,” kata Kepala Bandara Ilaga, Herman Sujito saat dihubungi TRAVIA, beberapa waktu lalu. Herman mengatakan, perpanjangan runway dan pembangunan terminal merupakan prioritas yang dilakukan agar memberikan rasa nyaman dan keselamatan penerbangan, mengingat kondisi bandara yang berada di atas bukit, dikelilingi jurang dan  cuaca acapkali yang berkabut.

“Untuk target selesainya belum dipastikan, tapi 2019 nanti akan kelihatan hasilnya,” tambah dia. Beberapa pesawat pernah mengalami kecelakaan saat melakukan pendaratan di bandara ini, kondisi runway yang pendek dan berada di atas pegunungan membuat landasan bandara di Ilaga cukup menegangkan.

Adapun beberapa maskapai yang mengalami apes  di antaranya  pesawat MAF , pesawat jenis twin otter milik Aviastar serta pesawat jenis Grand Caravan PK-LTV milik Asian One yang tergelincir di landasan.

Meski landasan kecil, aktivitas di bandara ini cukup padat karena banyaknya penerbangan setiap harinya. Selain itu, Ilaga merupakan pintu gerbang dari dan menuju Kabupaten Puncak. Untuk bandara kecil di pegunungan, dalam sehari Ilaga paling sedikit ada sebanyak lebih dari 25-30 penerbangan. “Landasan ini memang cukup ekstrim, selain pendek, agak menanjak dengan kemiringan 4 persen, lahan dan ruang udara juga terbatas,” ungkap Herman.

Herman menyebutkan, Bandara Ilaga dilayani maskapai, Airfast, Trigana Air, Dimonim Air, Susi Air, Avia Star, SAS, Pelita Air, JhonLin Air. Saat ini, Bandara Ilaga dikelola Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Bandara ini memiliki luas 120 m2. Bandara ini sudah dilengkapi fasilitas listrik menggunakan solar cell dan genset 5 KVA dan fasilitas keamanan penerbangan yaitu metal detector. (*)

KOMENTAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker