Recipes

Citarasa Jadul di Plataran Menteng, Resto Megah Bekas Asrama Mahasiswa Kedokteran

Tidak selamanya menikmati kuliner Indonesia berwajah tradisional. Dengan sentuhan kreativitas tanpa menghilangkan kesan vintage, penikmat kuliner merasakan masuk ke dalam ruang waktu tempo dulu. Inilah rasa yang diberikan restoran Plataran Menteng yang berlokasi di Jalan H.O.S Cokroaminoto No 42 Menteng dalam memanjakan tamunya.

 

TRAVIAMGZ.com, JAKARTA – Tampak dari luar, restoran ini terlihat seperti rumah megah bergaya kolonial di kawasan Menteng yang terkenal dengan pemukiman elitnya. Menjelang santap siang, kendaraan roda empat satu persatu masuk ke dalam area restoran, tanpa mendorong pintu yang berukir indah, pelayan menyambut dengan senyuman. Mereka mengenakan pakaian kebaya dengan rambut berkonde sederhana.

“Sudah ada reservasi?” tanya salah seorang pelayan sambil membolak-balik kertas yang penuh marker dan oretan pulpen. Operations Manager Plataran Menteng, Ruddy Wahyudi mengungkapkan, untuk menikmati hidangan di restoran ini tidak harus reservasi, reservasi biasanya jika tamu datang lebih dari empat orang. “Sehingga memudahkan kita untuk menata meja dan kursinya,” katanya sembari mengajak TRAVIA berkeliling area restoran.

Dari  lobi restoran, penikmat hidangan seolah-olah memasuki ruangan yang berbeda, sebuah pohon mangga menjulang tinggi berada di tengah-tengah bangunan. “Pohon ini, sudah berusia kurang lebih 60 tahun, untuk mendapatkan sinar matahari atap transparan yang bisa dibuka dan ditutup, sehingga daun dari pohon mangga tetap tumbuh dengan subur,” Ruddy menjelaskan.

Pria yang mengenakan jas hitam ini menerangkan, restoran megah ini sebelumnya asrama mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia pada 1940-an. Rumah itu kemudian dibeli oleh Liem Khe Loen alias Lukito Husodo, seorang ginekolog dan menjadi dokter kepresidenan di era Presiden Kedua RI Soeharto. Lukito membantu proses kelahiran anak-anak presiden dan beberapa cucu di keluarga Cendana.

Selain pohon mangga, nuasan asri juga dapat dirasakan dengan beberapa tumbuhan dan tanaman anggrek yang menghiasi area tangga. Tanaman anggrek merupakan peninggalan dari dokter Lukito yang meninggal pada 2 Mei 2014 pada usia 93 tahun.

Setelah kepemilikan rumah berpindah tangan, rumah tersebut dirombak dan diperluas bangunanya sehingga semula hanya satu lantai menjadi tiga lantai dilengkapi dengan area rooftop. “Sebagian peninggalan dari rumah asli masih dipertahakan, seperti lobi dan beberapa ruangan lainnya, sehingga restoran ini tetap terkesan homey,” Ruddy menambahkan.

Menu yang disajikan di restoran Plataran Menteng didominasi cita rasa masakan Indonesia. Beberapa menu andalan dari restoran ini seperti salad Mutu Manikam yang menawarkan sensasi rasa asam dan manis. Salad terdiri dari jagung, delima, kacang panjang, kacang tanah.

Hidangan kuliner ala Plataran Menteng

Ada juga salad Putri Dewi yang terdiri dari potongan jambu klutuk, jeruk Bali dengan rasa asam, manis sehingga menghasilkan rasa segar. Pencinta sayur mayur bisa mencoba tumis pucuk daun labu yang ditumis dengan bawang dan cabe rawit potong. Padukan dengan nasi pandan sehingga memberikan kesan wangi saat menyatu di lidah.

Untuk makanan penutup, coba pesan ketan durian yang teridiri dari nasi ketan yang dipadukan dengan buah durian. (YAY)

 

KOMENTAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker